Langit mendung dengan awan yang gelap
Menyatakan dirinya pun turut mendampingi kepergianmu keharibaanNya
Aku tidak mengenalmu, secara nyata
Tapi aku tahu kamu. Karena kamu pernah menjadi orang terdekatnya dia.
Sedikit cerita tentangmu disampaikannya kala itu kepadaku,
Bahagia terpancarkan dari raut wajahnya
06-10-2010.
Kamu telah menyandang gelar itu, Almarhum
Kami berduka, sedih tak terbendung
Di atas pusaramu dengan bunga yang berwarna, menghadirkan harum semerbak
Telah tenang kamu di sana
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Senin, 18 Oktober 2010
Senin, 05 April 2010
Kutipan Cinta
Seseorang bertanya padaku,
Apa itu CINTA?
Aku tidak dapat menjawabnya.
Sedikit yang aku tahu,
Bila rasa yang besar akan kebahagiaan seseorang dengan lawan jenis, terbuai dirinya dalam indahnya kebersamaan.
Yang dapat melawan kejengkelan, sakit hati, kekecewaan serta amarah yang tak terkendali.
Dan tak ingin terpisahkan, selalu menyanyikan lagu rindu dikala jarak memisahkan. Syair dan sajak cinta tergoreskan dalam hati. Hanya malam yang sunyi menjadi saksi bisu.
Seseorang tersebut tersenyum,
Dikatakannya :
‘Cinta tak harus berakhir bahagia…Karena cinta tidak harus berakhir…’
‘Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah/pikiran…melainkan dari HATI’
“Bagaimana dengan HATI yang tak mau berpaling dari masa lalunya?” tanda tanyaku
“Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk menerima penderitaan. Karena jika engkau mengharapkan kebahagiaan, engkau bukan mencintai, melainkan…memanfaatkan.”
Lalu. “Bagaimana bila tak memanfaatkan, tetapi berharap akan suatu kebahagiaan dari sebuah CINTA?”
Seseorang itu berlalu, tak menoleh kembali. Bersamaan deru ombak yang kerasnya menerjang batu karang, hingga menjauh tak terjangkau kembali oleh pandanganku.
Kususuri luasnya laut dan tak kudapati dirinya. Ku masih berdiri tegar, diantara deru ombak dan hembusan angin menyibak pagi yang segera akan tiba. Fajar menyingsing, sinar matahari nan elok memancarkan cahayanya menghiasi jagad raya. Berharap kudapati seseorang itu untuk menjawab pertanyaan terakhirku……..
Apa itu CINTA?
Aku tidak dapat menjawabnya.
Sedikit yang aku tahu,
Bila rasa yang besar akan kebahagiaan seseorang dengan lawan jenis, terbuai dirinya dalam indahnya kebersamaan.
Yang dapat melawan kejengkelan, sakit hati, kekecewaan serta amarah yang tak terkendali.
Dan tak ingin terpisahkan, selalu menyanyikan lagu rindu dikala jarak memisahkan. Syair dan sajak cinta tergoreskan dalam hati. Hanya malam yang sunyi menjadi saksi bisu.
Seseorang tersebut tersenyum,
Dikatakannya :
‘Cinta tak harus berakhir bahagia…Karena cinta tidak harus berakhir…’
‘Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah/pikiran…melainkan dari HATI’
“Bagaimana dengan HATI yang tak mau berpaling dari masa lalunya?” tanda tanyaku
“Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk menerima penderitaan. Karena jika engkau mengharapkan kebahagiaan, engkau bukan mencintai, melainkan…memanfaatkan.”
Lalu. “Bagaimana bila tak memanfaatkan, tetapi berharap akan suatu kebahagiaan dari sebuah CINTA?”
Seseorang itu berlalu, tak menoleh kembali. Bersamaan deru ombak yang kerasnya menerjang batu karang, hingga menjauh tak terjangkau kembali oleh pandanganku.
Kususuri luasnya laut dan tak kudapati dirinya. Ku masih berdiri tegar, diantara deru ombak dan hembusan angin menyibak pagi yang segera akan tiba. Fajar menyingsing, sinar matahari nan elok memancarkan cahayanya menghiasi jagad raya. Berharap kudapati seseorang itu untuk menjawab pertanyaan terakhirku……..
Langganan:
Postingan (Atom)